Teknik Fisika ITERA Gelar Pelatihan dan Penerapan Teknologi IoT di SMK Dharmapala Panjang

SMK Dharmapala Panjang, Bandar Lampung
30 January 2026

Program Studi Teknik Fisika Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan dan Penerapan Teknologi IoT di SMK Dharmapala Panjang”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata Teknik Fisika ITERA dalam mendukung peningkatan literasi teknologi, khususnya bagi peserta didik pendidikan vokasi. Melalui kegiatan ini, tim dosen dan mahasiswa Teknik Fisika ITERA berupaya mengenalkan konsep Internet of Things (IoT) sebagai teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri, otomasi, energi, smart environment, dan pengembangan sistem digital masa kini.

Kegiatan PkM ini dilaksanakan di SMK Dharmapala Panjang, Bandar Lampung, yang berlokasi sekitar 18,7 km dari Kampus ITERA. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 30 Januari 2026 dengan melibatkan siswa-siswi SMK dari jurusan kelistrikan sebagai peserta utama. Tim pelaksana terdiri dari dosen Program Studi Teknik Fisika ITERA bersama mahasiswa yang turut berperan dalam persiapan prototipe, dokumentasi, dan pelaksanaan praktik. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan pengalaman akademik dan sosial dalam menerapkan ilmu teknik secara langsung kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggunakan beberapa metode, yaitu ceramah, dialog, praktik, dan evaluasi. Pada sesi awal, peserta memperoleh pengenalan dasar mengenai konsep IoT, komponen sistem, jaringan komunikasi, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, peserta dilibatkan dalam sesi praktik perakitan sistem IoT sederhana, yaitu merancang dan menguji kit untuk menyalakan lampu melalui ponsel menggunakan perangkat berbasis ESP32. Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat secara langsung bagaimana teknologi IoT bekerja dalam sistem nyata.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman peserta. Berdasarkan hasil pretest dan posttest terhadap 88 responden, terjadi peningkatan jumlah jawaban benar pada seluruh indikator pertanyaan. Pemahaman peserta mengenai contoh implementasi IoT meningkat dari 43 menjadi 88 jawaban benar, pemahaman komponen IoT meningkat dari 55 menjadi 85, pemahaman jaringan komunikasi IoT meningkat dari 23 menjadi 84, serta pemahaman langkah pembuatan proyek IoT meningkat dari 22 menjadi 88 jawaban benar. Capaian ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik mampu meningkatkan literasi teknologi dan kesiapan siswa dalam mengenal proyek berbasis IoT.

Melalui kegiatan ini, Teknik Fisika ITERA menegaskan perannya sebagai program studi yang berorientasi pada pengembangan teknologi cerdas, instrumentasi, sistem digital, dan penerapan ilmu rekayasa untuk kebutuhan masyarakat. PkM ini juga menjadi wujud komitmen Teknik Fisika ITERA dalam mendukung pendidikan vokasi berbasis STEM, yaitu pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pelatihan lanjutan, pendampingan proyek berbasis teknologi, serta kolaborasi berkelanjutan antara ITERA dan sekolah mitra untuk mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital.

From Media