PkM TF Itera

Prodi Teknik Fisika ITERA Tingkatkan Kenyamanan Visual Masjid Baitul Ilmi melalui Program PkM Hibah ITERA 2025

Masjid Baitul Ilmi Itera
19 November 2025

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Fisika ITERA berhasil melaksanakan kegiatan Peningkatan Kenyamanan Visual Jamaah melalui Evaluasi dan Penataan Pencahayaan Masjid Baitul Ilmi ITERA sebagai bagian dari Hibah PkM ITERA tahun 2025 Skema KK. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Vera Khoirunisa, M.T. dengan anggota Al Barra Harahap, M.Si. dan Ferizandi Qauzar Gani, M.T serta anggota dari mahasiswa yaitu Habibi Athallah Zaki dan Wahyu Yazhid Nur Asmana.

Kontribusi Keteknikan untuk Agama

Sebagai landasan spiritual kegiatan ini, tim PkM juga menegaskan bahwa upaya meningkatkan kenyamanan masjid merupakan bagian dari memakmurkan rumah ibadah, sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 18:

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Ayat ini menjadi pengingat bahwa ‘imārah al-masjid tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah, tetapi juga mencakup menjaga kenyamanan, kerapian, dan kualitas ruang agar jamaah dapat beribadah dengan khusyuk.

Untuk itu, tim PkM Teknik Fisika ITERA turut menyampaikan definisi ‘imārah dalam dua dimensi — ‘imārah ma‘nawiyyah (memakmurkan secara ibadah) dan ‘imārah hissiyyah (memakmurkan secara fisik). Berikut adalah visualisasi konsep tersebut:

Imarah arti memakmurkan masjid secara ibadah dan fisik
Gambar 1. Pentingnya penataan kenyamanan masjid

Program ini merupakan bentuk implementasi keilmuan Teknik Fisika dalam bidang kenyamanan bangunan, khususnya visual comfort yang mencakup iluminansi, keseragaman cahaya, hingga simulasi pencahayaan berbasis sains dan standar nasional.

Dari Survei, Simulasi, Hingga Pemasangan Lampu

Tim melakukan serangkaian langkah mulai dari pengukuran tingkat pencahayaan eksisting, simulasi pencahayaan dengan Dialux, hingga pemasangan lampu LED baru di area utama dan selasar masjid.

Desain Pencahayaan Masjid Ideal SNI 6197:2011
Gambar 2. Perbandingan Sebaran Pencahayaan Sebelum dan Sesudah PkM

Pengukuran awal menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan masih berada di bawah standar yang direkomendasikan. Setelah penataan dan pemasangan lampu baru (tanpa penggantian rumah lampu), terjadi peningkatan intensitas cahaya sekitar +20 lux, sehingga ruang ibadah menjadi lebih terang dan nyaman seperti pada gambar 2.

Takmir Kini Bisa Menghitung Kebutuhan Lampu Secara Mandiri

Selain pemasangan lampu, tim juga memberikan panduan teknis yang komprehensif kepada takmir mengenai proses evaluasi pencahayaan yang benar menurut standar (Gambar 3). Tahapan tersebut meliputi:

  1. Penentuan Titik Sampling Pengukuran Lux
    Pengukuran dilakukan menggunakan luxmeter pada grid teratur sesuai SNI 7062, dengan jarak 1–2 meter antar titik dan ketinggian sensor 80–100 cm sebagai representasi bidang baca mushaf. Titik-titik ini dipetakan secara sistematis untuk memperoleh sebaran iluminansi yang akurat.
  2. Penyusunan Peta Sebaran Cahaya (Heatmap)
    Data pengukuran kemudian diolah untuk menghasilkan heatmap kondisi eksisting, sehingga takmir dapat melihat area yang terlalu gelap atau kurang merata. Peta ini menjadi dasar penentuan area prioritas untuk intervensi pencahayaan.
  3. Pembuatan Model Ruang dalam Sketchup
    Tim memodelkan geometri ruang masjid menggunakan Sketchup untuk mendapatkan ukuran, tinggi plafon, dan posisi titik lampu secara presisi. Model ini menjadi fondasi simulasi pencahayaan yang akurat.
  4. Simulasi Pencahayaan Menggunakan Dialux
    Berdasarkan model Sketchup, dilakukan simulasi intensitas cahaya menggunakan perangkat lunak Dialux. Simulasi ini memprediksi distribusi iluminansi dan menentukan spesifikasi lampu yang ideal, termasuk jumlah, lumen, suhu warna, dan posisi pemasangan.
  5. Rekomendasi dan Pemasangan Lampu LED Baru
    Hasil simulasi menunjukkan bahwa lampu LED 18W dengan keluaran 2000 lumen merupakan pilihan optimal untuk kondisi Masjid Baitul Ilmi. Lampu tersebut kemudian dipasang pada area utama dan selasar guna meningkatkan tingkat iluminansi dan memperbaiki uniformity.
Desain Lampu Masjid Praktis
Gambar 3. Panduan Cepat Desain Kebutuhan Pencahayaan Masjid

Panduan ini membantu takmir melakukan evaluasi dan perbaikan pencahayaan secara mandiri di masa mendatang.

Melangkah ke Tahap Berikutnya

Program ini merupakan bagian dari roadmap kenyamanan masjid yang sedang dikembangkan oleh Prodi Teknik Fisika ITERA. Sebelumnya, tim telah melakukan penataan ventilasi melalui pemilihan dan pemosisian kipas angin sehingga kecepatan udara di breathing zone mencapai sekitar 0,5 m/s, sesuai rentang standar kenyamanan 0,2–0,8 m/s (ASHRAE 55 dan SNI 6390).

Kegiatan tahun ini berfokus pada peningkatan kenyamanan visual melalui evaluasi dan penataan pencahayaan. Meskipun terdapat batasan teknis berupa ukuran rumah lampu masjid yang hanya mendukung lampu maksimal 18W, hasil pengukuran menunjukkan peningkatan iluminansi hingga ±180 lux pada area tertentu. Nilai ini menjadi dasar penting bagi penataan lanjutan menuju target rekomendasi 200 lux sesuai SNI 6197:2011.

Pada tahap selanjutnya, tim akan melanjutkan roadmap menuju aspek berikutnya, yaitu kenyamanan termal (suhu–kelembapan) dan kenyamanan akustik (RT60 dan kejelasan suara), sehingga Masjid Baitul Ilmi Itera dapat mencapai kondisi ruang ibadah yang nyaman secara menyeluruh.

PkM Prodi Teknik Fisika Itera
Gambar 4. Sosialisasi Penataan Penerangan Masjid Baitul Ilmi Itera

Dengan keahlian di bidang kenyamanan bangunan, Teknik Fisika ITERA berkomitmen terus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat.

From Media

Desain Pencahayaan masjid
Desain Pencahayaan Masjid Praktis
Teknik Fisika Itera Masjid
Masjid Baitul Ilmi Itera 2025 Terbaru
Masjid Baitul Ilmi Itera Terbaru
Pemasangan Lampu plafon tinggi
Pencahayaan Lampu Selasar Masjid Baitul Ilmi Itera
Pencahayaan Ruang Utama Masjid Baitul Ilmi Itera
Pengukuran luxmeter SNI 7062