Dosen Teknik Fisika Lakukan Pengukuran Kenyamanan Akustik Masjid Ad-Dua Bandar Lampung

Masjid Ad-Du'a, Bandar Lampung
9 July 2022

Bandar Lampung, TF.ITERA.AC.ID – Dosen Teknik Fisika ITERA yang terdiri dari Rifqi Ikhwanuddin, M.T., Ferizandi Qauzar Gani, M.T. dan Al Barra Harahap, M.Si dan Dosen Arsitektur ITERA Rabita Akbari S., M. Ars.L. bersama 5 orang mahasiswa program studi Teknik Fisika melakukan pengukuran akustik di rumah ibadah, Masjid Ad-Dua, Way Halim, Bandar Lampung.

Pengarahan Pemodelan dan Simulasi Akustik Geometris

Pengukuran ini merupakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan dana Hibah PKM ITERA yang dilaksanakan antara bulan Juli – November 2022.

PkM ini mendapat izin dari Takmir Masjid Ad-Dua dengan terlebih dahulu menyampaikan urgensi akustik sebagai salah satu faktor kenyamanan beribadah di masjid. Takmir Masjid Bapak Sabil mendukung pelaksanaan Pengukuran akustik ini karena sejalan dengan rencana dekat pengurus yaitu untuk menambah speaker pada beberapa sisi masjid. Pihak Takmir mengatakan bahwa mereka berkomitmen terus meningkatkan kualitas kenyamanan masjid salah satunya di sisi akustik namun belum mengetahui profil akustik ruang masjid: bentuk kubah, desain sekat, jumlah speaker, posisi speaker, serta posisi tiang terhadap kualitas suara yang dirasakan jamaah.

Pengukuran dilakukan dengan mengikuti standar ISO 3382-1 2019 terkait standar pengukuran reverberation time dengan menggunakan metode integrated impulse response. 

Pada pengukuran ini dilakukan dengan memecahkan balon sebagai sumber suara omnidirectional dengan tingkat tekanan yang kuat untuk menghasikan spektrum suara yang luas dan semburan suara (noise burst) yang cukup. Sumber suara diletuskan dari daerah sumber suara alami yaitu pada bagian shaf pertama masjid.

Suara letusan balon kemudian direkam oleh mikrofon omnidirectional yang ditempatkan di titik yang mewakili profil ruang masjid. Data rekaman disimpan dengan bantuan perangkat lunak yang terhubung ke mikrofon pada saat pengukuran untuk dilakukan analisis. Mikrofon diletakkan setinggi jamaah pada waktu melaksanakan sholat. 

Metode ini merupakan pilihan yang paling sederhana namun sudah cukup tanpa harus melibatkan alat yang lebih canggih. Dengan demikian masyarakat umum dapat mudah memahami dasar pengetahuan serta cara analisis untuk diterapkan secara mandiri di lingkungan masjid sekitarnya.

Parameter yang digunakan dalam analisis ini antaranya T30, C80, D50, dan STI. Penjelasan lebih detil tiap bagiannya akan tersedia di jurnal nasional dalam waktu dekat. Pada hasil parameter D50, C80, dan STI menunjukkan bahwa Lantai 2 masih memerlukan penanganan untuk meningkatkan kualitasnya. Peningkatan dapat dilakukan dengan penambahan material penyerap suara, material diffuser, atau dengan pemosisian pengeras suara yang tepat.

Dari hasil PkM ini, tim berupaya mengenalkan ilmu rekayasa akustik terutama saat ini pada aplikasi rumah ibadah. Terkait dengan keahlian pengukuran dan rekayasa akustik diperoleh dalam Mata Kuliah Pilihan Teknik Akustik (3 SKS). Adapun program studi yang menyelenggarakannya ialah Teknik Fisika pada Kelompok Keilmuan Lingkungan Binaan Berkelanjutan dan Cerdas, Institut Teknologi Sumatera.

From Media