Pembagian Kelompok Praktikum Laboratorium TF II

Laboratorium Teknik 3 ITERA

Dengan berjalannya Semester Genap Tahun Ajaran 2019/2020 berikut kami bagikan daftar nama mahasiswa Teknik Fisika angkatan 2018 yang telah dibagi ke dalam kelompok-kelompok.

Unduh PDF

Ada 12 kelompok yang dibagi dua:

  1. Kelompok 1 – 6 melaksanakan praktikum pada shift pagi (08.00 – 12.00)
  2. Kelompok 7 – 12 melaksanakan praktikum pada shift siang (13.30 – 17.30)

Ruangan: Laboratorium Sistem Digital di Lantai 2 Gedung Laboratorium Teknik (LabTek) 3.

Sebagai bagian tak terpisahkan dari praktikum, seluruh mahasiswa yang mengambil MK Lab TF II wajib bergabung ke e-learning Laboratorium TF II. Adapun Enrollment Key sudah dibagikan saat pertemuan pertama.

Training Life Cycle Assesment (LCA) untuk Industri Hijau

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengadakan pelatihan bertema Implementasi Life Cycle Asessment (LCA) pada Tantangan Industri Hijau Nasional yang dihadiri oleh sekitar 80 dosen ITERA di Gedung E ITERA, Rabu (17/12/2019). Pelatihan tersebut menghadirkan pembicara dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Nugroho Adi Sasongko, S.T., M.Sc., Ph.D.

Mewakili Rektor ITERA, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ing. Mitra Djamal berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan kegiatan ini, mengingat pakar LCA di Indonesia masih sangat jarang.

Pada pelatihan yang disampaikan oleh Nugroho, LCA merupakan teknik untuk menilai dampak lingkungan selama fase siklus produksi sebuah produk.  Kemampuan untuk menilai LCA ini, lanjutnya, dilatarbelakangi oleh konstelasi perdagangan dunia yang mensyaratkan sertifikasi produk. Produk lokal indonesia yang berorientasi ekspor rentan akan kebijakan global ini. Pelatihan ini adalah upaya kita untuk mempersiapkan industri/usaha kecil dan menengah bersaing di pasar internasional di era industri 4.0

Lebih lanjut, Nugroho menjelaskan, untuk menghitung LCA secara profesional ternyata dibutuhkan skill khusus dan sertifikasi. Hal ini karena adanya komputerisasi seperti penggunaan software-software seperti MiLCA, umberto, thinkstep GaBi dan lainnya. Selain itu, bidang-bidang ilmu sains dan teknologi merupakan multi disiplin ilmu sehingga banyak bidang yang dapat terlibat di dalamnya.

Direktur ITERA International Office, Acep Purqon, Ph.D, selaku ketua penyelenggara pelatihan menyampaikan bahwa ITERA sangat membutuhkan pelatihan ini untuk mendukung program ITERA for Sumatera dengan berkontribusi menghasilkan lulusan untuk mendukung National Green Industry. Sehingga semua dosen diharapkan mampu menguasai ini karena akan melahirkan lulusan mahasiswa ITERA yang akan berkiprah di era Green Industry dalam waktu dekat. “Training ini penting untuk membuat nilai tambah semua produk-produk Sumatera lebih berdaya saing global,” tuturnya.

Dan tentu saja training singkat ini dihadiri oleh dosen-dosen Teknik Fisika, bagaimana tidak pembicara dari BPPT Pak Nugroho merupakan alumni Teknik Fisika ITB. Tampak sekali dari seluruh materi yang disampaikan beliau berperan penting sebagai penyambung komunikasi antar bidang keilmuan, misalnya antara Teknik Lingkungan, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Sistem Energi, Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Industri Pertanian, Teknik Biosistem, dan lain-lain. Pak Nugroho sendiri melalui BPPT juga berkiprah menjadi konsultan LCA untuk lebih dari 25 industri di Indonesia. Menurutnya, kebutuhan akan lulusan perguruan tinggi yang menguasai penyusunan LCA sangat dicari.

Mahasiswa TF menjadi Finalis IoT Competition di Politeknik Negeri Jakarta

Aksi Made dan tim saat mempresentasikan karyanya.

Beberapa waktu lalu pada 7 – 11 April 2019 salah satu mahasiswa TF ITERA yaitu Made Agus Andi Gunawan berhasil lolos menuju final E-Time sub-bidang IoT Competition menghadapi 28 tim dari seluruh perguruan tinggi di indonesia, dari 3 rangkaian seleksi hingga dapat mempresentasikan karya inovasi bidang IoT (Internet Of Things) Tim IoT ITERA berhasil masuk kategori 10 besar.

E-TIME merupakan perlombaan tahunan berskala Nasional di bidang Teknik Elektro dengan peserta berasal dari Universitas dan Politeknik se-Indonesia.

Vivat TF ITERA!
Dari Sumatera Untuk Indonesia!

Dosen Teknik Fisika Ikuti Joint Research di Kochi University of Technology Jepang

Dosen Teknik Fisika membawa nama baik Institut Teknologi Sumatera ke Jepang dalam rangka Joint Research, beliau adalah Pak Dr. Eng., Lukman Nulhakim, S.Si., M.T. Beberapa tahun yang lalu beliau adalah mahasiswa doktoral di Kochi University of Technology yang dibiayai melalui mekanisme Special Scholarship Program (SSP).

Peta Kampus Kochi University of Technology.

Sepulang studi S3, beliau kembali ke Indonesia untuk menjadi dosen ITERA. Hampir 2 tahun menjadi dosen kemudian ada kesempatan joint research bagi alumni doktoral SSP. Program ini berdurasi 1 bulan, beliau berkesempatan melaksanakan penelitian menggunakan peralatan laboratorium yang canggih serta berdiskusi secara langsung dengan tim riset bereputasi dunia.

Dr. Eng., Lukmanul Hakim, M.T. di sebuah Ruang Belajar di KUT.

Riset yang beliau laksanakan berkisar pada lapisan tipis ZnO yang terdeposit dengan sistem sputtering untuk aplikasi optoelektronik, seperti pada TCO sebagai elektroda transparan untuk teknologi layar, solar cell, OLED, sensor gas, dan lain-lain.

Kesempatan ini amat berharga bagi institusi, sebab seusai program tersebut beliau dapat lanjut mengolah data dan sampel yang dibuat di Jepang. Kolaborasi riset Jepang-Indonesia memungkinkan nama ITERA dikenal di level internasional. Luarannya pun sangat jelas yaitu publikasi penelitian yang bereputasi karena didukung tim riset yang handal.

Bagi mahasiswa yang berminat untuk kelak mempersiapkan studi lanjut S2/S3 ke Kochi University of Technology dapat menghubungi Pak Lukman sepulang dari Jepang.

Vivat TF ITERA!
Dari Sumatera Untuk Indonesia!