EPIC 2026: Konferensi Internasional Engineering Physics Digelar di Bandar Lampung

EPIC 2026: Konferensi Internasional Engineering Physics Digelar di Bandar Lampung

EPIC 2026: Konferensi Internasional Engineering Physics Digelar di Bandar Lampung

EPIC 2026: Konferensi Internasional Engineering Physics Digelar di Bandar Lampung
Foto: Humas ITERA

Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITERA bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan The 5th Engineering Physics International Conference (EPIC 2026) pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Konferensi berformat hibrida ini dipusatkan di Holiday Inn Hotel, Bandar Lampung, dengan tema “Innovative Engineering Physics for Sustainable Technology and Resilient Future”.

Sebagai forum yang berakar pada bidang engineering physics, EPIC menjadi ajang penting bagi komunitas Teknik Fisika. Tahun ini tercatat 83 presenter, yakni 44 orang hadir langsung dan 39 orang secara daring. Mereka berasal dari 18 institusi dalam dan luar negeri, antara lain Osaka University, An Giang University, The Robert Gordon University, Arizona State University, Universitas Airlangga, UGM, ITB, ITS, BRIN, dan ITERA. Topik yang dibahas meliputi transisi energi, material maju, hingga ketahanan iklim.

Rektor ITERA, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., menilai kolaborasi lintas disiplin semakin dibutuhkan untuk menjawab perubahan global yang cepat. Menurutnya, EPIC 2026 sejalan dengan agenda nasional “Saintek Berdampak” yang mendorong lahirnya teknologi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan industri. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, turut memberikan arahan secara daring. Hadir pula Ketua Badan Kerja Sama Teknik Fisika (BKSTF), Ir. Estiyanti Ekawati, M.T., Ph.D., bersama perwakilan BKSTF dari ITB, UGM, dan Universitas Multimedia Nusantara.

Tiga pembicara utama

  • Prof. Yoshitada Morikawa (Department of Precision Engineering, Osaka University) membahas pemodelan antarmuka berskala nano, yang dipakai untuk mengoptimalkan reaksi katalitik seperti pengubahan emisi CO2 menjadi metanol.
  • Anis Lutfi (Director PT SKF Lubrication Indonesia) memaparkan sistem pelumasan otomatis cerdas yang terhubung dengan pemantauan kondisi dan getaran mesin. Penerapannya pada mesin berat industri meningkatkan ketersediaan mesin hingga 85,7% dan menghemat biaya operasional hingga Rp19,28 miliar, sekaligus menurunkan emisi karbon.
  • Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, M.T., Ph.D. (Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi ITB) menutup sesi utama dengan paparan inovasi teknologi.

Diskusi juga diperkaya oleh pembicara undangan dari Osaka University, Princeton Plasma Physics Laboratory, An Giang University, Universiti Teknologi Malaysia, Universitas Airlangga, serta praktisi dari PT Yokogawa Indonesia.

Diolah dari berita Humas ITERA. Baca artikel aslinya di itera.ac.id.

Categories: Aktivitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *